Dakwahyang muntijah adalah dakwah yang berbasiskan halaqah/usrah yang muntijah. Tanpa lahirnya halaqah/usrah yang muntijah, dakwah berubah menjadi syiar belaka yang kurang banyak artinya bagi pembentukan umat yang tangguh (takwinul ummah). Iman kepada hari akhir, Iman kepada malaikat, Sholat, Puasa, Zakat, Haji, Kisah para nabi dan tema PembacaanMateri HSI Beriman Kepada Hari akhir halaqah 76 -80 ‎Show Wisnu Canal, Ep Pembacaan Materi HSI Beriman Kepada Hari akhir halaqah 76 -80 - 19 Jun 2022. Global Nav Deschide meniu Global Nav Închide meniu; Apple; Căutare apple.com. Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Al-Mujadilah: 22) Sebagian lainnya membentuk halaqah Al Quran dan dipimpin oleh Halaqah07 - Kematian by HSI - Halaqah 05 - Beriman Kepada Hari Akhir published on 2019-07-13T00:37:49Z. Makna beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan segala hal yang berkaitan dengan hari akhir tersebut, mulai dari kematian, fitnah kubur, nikmat dan siksa kubur, tanda-tanda hari kiamat, kebangkitan manusia, dikumpulkannya manusia HSI5.66 : Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar (Bagian Ketiga) in abdullah roy, beriman kepada hari akhir, halaqoh silsilah islamiyah - on 16.19 - 1 comment. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya ada di antara umat beliau Sholallohu Alaihi Wasallam yang akan memberikan syafaat bagi dua dan tiga orang. Vay Nhanh Fast Money. Halaqah Silsilah Islamiyyah adalah sebuah kegiatan pembelajaran agama islam jarak jauh dengan memanfaatkan sarana grup di aplikasi WhatsApp. Kegiatan ini diprakarsai oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy Lc. MA, Alumni S3 di Universitas Islam Madinah, Kerajaan Saudi Arabia. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara pemberian audio kajian setiap pagi dari hari senin sampai dengan jumat. Rekaman audio yang disampaikan langsung oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy Lc. MA, ini berdurasi kurang lebih lima menit. Pada malam harinya, peserta diharapkan berpartisipasi dalam tanya jawab dengan materi dari audio yang telah didengarkan pada pagi hari. Dan pada setiap hari ahad terdapat evaluasi untuk lebih memperdalam pemahaman para peserta halaqah. Selanjutnya di setiap akhir silsilah diadakan ujian akhir untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan. Bagi peserta yang lulus ujian akan diberikan syahadah oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy Lc. MA, sebagai tanda partisipasi telah mengikuti program HSI Abdullah Roy. HSI 05 ~ Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 HSI 05 – 01 Makna dan Dalil Beriman Kepada Hari Akhir HSI 05 – 02 Bekal Perjalanan Menuju Negeri Akhirat HSI 05 – 03 Menjalankan Perintah Allah Bekal Menuju Akhirat HSI 05 – 04 Meninggalkan Kemaksiatan Merupakan Bekal Menuju Akhirat HSI 05 – 05 Dosa-dosa Besar dan Dosa-dosa Kecil HSI 05 – 06 Penghapus Dosa HSI 05 – 07 Kematian HSI 05 – 08 Fitnah Kubur HSI 05 – 09 Nikmat dan Azab Kubur Bagian 1 HSI 05 – 10 Nikmat dan Azab Kubur Bagian 2 HSI 05 – 11 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Telah Berlalu HSI 05 – 12 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Sedang Terjadi HSI 05 – 13 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Belum Terjadi HSI 05 – 14 Tanda-tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat HSI 05 – 15 Dajjal Bagian 1 HSI 05 – 16 Dajjal Bagian 2 HSI 05 – 17 Dajjal Bagian 3 HSI 05 – 18 Turunnya Nabi Isa Alaihissalam Bagian 1 HSI 05 – 19 Turunnya Nabi Isa Alaihissalam Bagian 2 HSI 05 – 20 Ya’juj dan Ma’juj Bagian 1 HSI 05 – 21 Ya’juj dan Ma’juj Bagian 2 HSI 05 – 22 Keadaan Islam Setelah Meninggalnya Nabi Isa alaihissalam HSI 05 – 23 Terbitnya Matahari Dari Barat HSI 05 – 24 Keluarnya Seekor Hewan Melata dari Bumi dan Keluarnya Asap HSI 05 – 25 Meninggalnya Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat HSI 05 ~ Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 HSI 05 – 26 Ditiupnya Sangkakala Yang Pertama HSI 05 – 27 Ditiupnya Sangkakala Yang Kedua HSI 05 – 28 Kebangkitan HSI 05 – 29 Kejadian Yang Dahsyat Di Hari Kiamat HSI 05 – 30 Keadaan Manusia Ketika Melihat Kedahsyatan Hari Kiamat HSI 05 – 31 Al-Hasyr Pengumpulan Bagian 1 HSI 05 – 32 Al-Hasyr Pengumpulan Bagian 2 HSI 05 – 33 Orang-orang yang Mendapatkan Teduhan di Hari Kiamat HSI 05 – 34 Keadaan Orang-orang Yang Beriman dan Bertakwa di Hari Kiamat HSI 05 – 35 Keadaan Orang Beriman Yang Berdosa Di Hari Kiamat HSI 05 – 36 Asy-Syafa’atul Udzma Syafaat Yang Paling Besar HSI 05 – 37 Datangnya Allah Untuk Memberi Keputusan HSI 05 – 38 Keadaan Manusia Ketika Datangnya Allah HSI 05 – 39 Keadilan Allah Ketika Hisab Bagian 1 HSI 05 – 40 Keadilan Allah Ketika Hisab Bagian 2 HSI 05 – 41 Memperbanyak Al-Hasanah dan Menghilangkan As-Sayyi’ah 1 HSI 05 – 42 Memperbanyak Al-Hasanah dan Menghilangkan As-Sayyi’ah 2 HSI 05 – 43 Memperbanyak Al-Hasanah dan Menghilangkan As-Sayyi’ah 3 HSI 05 – 44 Pertanyaan Ketika Hisab Bagian 1 HSI 05 – 45 Pertanyaan Ketika Hisab Bagian 2 HSI 05 – 46 Keadaan Manusia Ketika Hisab HSI 05 – 47 Orang, Amalan dan Hal Yang Pertama Kali Dihisab HSI 05 – 48 Pemberian Kitab HSI 05 – 49 Penegakan Qishos atau Hukuman Bagi Orang-orang Yang Zhalim HSI 05 – 50 Mizan Timbangan dan Penimbangan Amal Bagian 1 HSI 05 ~ Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 HSI 05 – 51 Mizan Timbangan dan Penimbangan Amal Bagian 2 HSI 05 – 52 Telaga Rasulullah Shalallahu alaihi Wasallam HSI 05 – 53 Beberapa Kejadian di Padang Mahsyar Bagian 1 HSI 05 – 54 Beberapa Kejadian di Padang Mahsyar Bagian 2 HSI 05 – 55 Dikumpulkannya Orang-orang Kafir di Dalam Neraka HSI 05 – 56 Keadaan Orang-orang Kafir di Dalam Neraka HSI 05 – 57 Tinggalnya Orang-orang Beriman dan Orang Munafiq HSI 05 – 58 Perpisahan Orang-orang Beriman dan Orang Munafik HSI 05 – 59 Ash-Shirat HSI 05 – 60 Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka Bagian 1 HSI 05 – 61 Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka Bagian 2 HSI 05 – 62 Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka Bagian 3 HSI 05 – 63 Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka Bagian 4 HSI 05 – 64 Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 1 HSI 05 – 65 Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 2 HSI 05 – 66 Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 3 HSI 05 – 67 Al-Qontoroh dan Qisos Antara Orang-orang Yang Beriman HSI 05 – 68 Masuknya Orang-orang Yang Beriman ke Dalam Surga Bagian 1 HSI 05 – 69 Masuknya Orang-orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 2 HSI 05 – 70 Derajat-derajat Al-jannah atau Surga HSI 05 – 71 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 1 HSI 05 – 72 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 2 HSI 05 – 73 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 3 HSI 05 – 74 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 4 HSI 05 – 75 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 5 HSI 05 – 76 An-Naar Neraka dan Adzabnya Bagian 1 HSI 05 – 77 An-Naar Neraka dan Adzabnya Bagian 2 HSI 05 – 78 An-Naar Neraka dan Adzabnya Bagian 3 HSI 05 – 79 Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka HSI 05 – 80 Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 👤 Ustadz Abdullāh Roy, MA 📗 Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir 🔊 Halaqah 60 Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka Bagian 1 🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁 🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍 BEBERAPA CONTOH DOSA PENYEBAB TERJATUHNYA SESEORANG KE DALAM NERAKA BAGIAN 1 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين ☪ Halaqah yang ke-60 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka Bagian 1 Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim, apabila Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang jatuh ke dalam neraka. 📌 DIANTARA DOSA TERSEBUT ADALAH DOSA BID’AH Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam berkata Dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka. Hadits Shahih Riwayat Nasa’i. ▶ Bid’ah inilah yang sebenarnya telah memecah-belah umat islam. Umat yang dahulunya bersatu, satu di atas Al-Qur’an dan Al-Hadits dengan satu pemahaman, yaitu pemahaman para sahabat Nabi Sholallohu Alaihi Wasallam generasi terbaik umat islam, menjadi berbagai aliran yang banyak. ▶ Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang kepada islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat radhiallohu’anhum. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda Dan akan berpecah-belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata, “Siapakah golongan tersebut ya Rosululloh?” Beliau menjawab, “Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku”. Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi. ▶ Ucapan beliau Sholallohu Alaihi Wasallam, ummati yaitu umatku, menunjukkan bahwasanya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bid’ah yang mereka lakukan. ▶ Dan ucapan beliau Sholallohu Alaihi Wasallam, semuanya masuk neraka, menunjukkan bahwasanya bid’ah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka. 📌 Kalau Alloh menghendaki, maka Alloh mengampuni tanpa diadzab 📌 Dan kalau Alloh menghendaki maka Alloh akan mengadzab di neraka sampai waktu yang Alloh kehendaki. Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya mereka 1⃣ Tidak kembali kepada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits. 2⃣ Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap aqidah dan tauhid 3⃣ Mendahulukan akal di atas dalil 4⃣ Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama 5⃣ Dan ada di antara mereka yang memiliki baiat khusus kepada pemimpin aliran. 6⃣ Dan di antara cirinya mencela dan membicarakan kejelekan penguasa. 7⃣ Tidak berhati-hati di dalam berdalil berdasar hadits-hadits Nabi Sholallohu Alaihi Wasallam 8⃣ Mencukupkan diri dengan Al-Qur’an tanpa hadits di dalam berdalil. 9⃣ Dan di antara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka. 🔰 Hendaknya seorang muslim meninggalkan bid’ah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia. 🔰 Meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. 🔰 Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut, tapi diukur kesesuaiannya dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. 🔰 Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara seislam. 🔰 Dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka. 🔰 Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama, menjauhi ilmu dan para ulama. Kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat yaitu kerancuan berpikir dan menjauhi fitnah syahwat. Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala memberikan hidayah kepada kita semua. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وبا لله التوفيق والهداية و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Saudaramu, Abdullāh Roy Di kota Al-Madīnah 🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁 🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍 Postingan populer dari blog ini Halaqah - 22 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 11 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-22 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat Malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian Yang Kesebelas”. Diantara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan manusia, 3. Mengatur Rahim Rasūlullāh ﷺ bersabda إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا ، يَقُولُ يَاْ رَبِّ نُطْفَةٌ، يَا رَبِّ عَلَقَةٌ، يَا رَبِّ مُضْغَةٌ، فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقه، قَالَ أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى ؟ شَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ ؟ فَمَا الرِّزْقُ وَ الْأَجَلُ ؟ فَيُكْتَبُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ Sesungguhnya Allāh Azza wa Jalla menugaskan seorang malaikat untuk rahim. Malaikat berkata, Wahai Rabbku, setetes air mani. Wahai Rabbku, segumpal darah. Wahai Rabbku, segumpal daging.’ Maka apabila Allāh berkehendak untuk menyempurnakan penciptaanNya, malaikat berkata, Ya Allāh, apakah laki-laki atau wanita? Celaka atau bahagia? Kemudia Halaqah - 18 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 7 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-18 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian Yang Ke Tujuh”. Diantara amalan malaikat yang kita diperintahkan untuk beriman dengannya adalah amalan mereka yang berkaitan dengan alam semesta. Allāh adalah Dzat yang tidak butuh kepada makhluk namun Allāh ingin menunjukkan kebesarannya kepada kita. Allāh telah menugaskan para malaikat untuk mengatur alam semesta dengan perintah Allāh, izin Allāh dan kehendak Allāh. Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman, فَالْمُدَبِّرَات أَمْرًا “Maka demi malaikat yang mengatur perkara” An-Nāzi’āt 5 Diantara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta, 1. Memikul 'Arsy Malaikat yang memikul arsy di hari kiamat ada 8. Sedangkan di dunia maka tidak ada dalil yang menerangkan jumlah mereka. Allāh berfirman, وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا Halaqah - 25 Buah Beriman Dengan Takdir Allāh Bagian 3 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang Ke-25 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir dengan Allah adalah tentang Buah Beriman Dengan Takdir Allāh Bagian yang Ketiga 16. Berbaik sangka kepada Allāh ketika melihat dirinya diberi hidayah kepada tauhid, Sunnah dan ketaatan maka dia berbaik sangka kepada Allah, bahwa Allah menghendaki pada dirinya kebaikan dan ingin memudahkan dia masuk kedalam SurgaNya 17. Menimbulkan rasa takut didalam diri seorang hamba dari suul Khatimah, sehingga dia tidak tertipu dengan amal sholeh nya karena dia tidak tau dengan apa Allah akan menakdirkan akhir amalannya 18. Menimbulkan sifat tidak suka merendahkan orang lain dan menghinakan orang lain yang terjerumus kedalam kemaksiatan karena dia tidak tau dengan apa Allah akan menakdirkan akhir dari amalan orang tersebut 19. Memerdekakan akal dan diri dari khurafat dan tathayyur dan dia meyakini bahwa segala sesuatu tidak terlepas dari takdir Al 🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Hari Akhir السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-45 dari Silsilah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang”Penegakan Qishas atau Hukuman Bagi Orang-orang Yang Zhālim” Termasuk keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah menegakkan qishas di antara makhluk di hari kiamat. Tidak ada makhluk yang dizhālimi di dunia oleh yang lain kecuali akan Allāh kembalikan haknya di hari kiamat, bahkan diantara hewan. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda لتؤدن الحقوق إلى أهلها يوم القيامة حتى يقاد للشاة الجلحاء من الشاة القرناء “Sungguh akan diberikan hak-hak ini kepada pemiliknya di hari kiamat sampai akan di qishas seekor kambing yang bertanduk karena kezhāliman yang dia lakukan terhadap kambing yang tidak bertanduk.” Hadīts Riwayat Muslim Akan didatangkan orang yang dzalim dan di zhālimi sekecil apapun kezhāliman tersebut. Baik kezhāliman berupa harta seperti √ Pencurian √ Perampokan √ Penipuan √ Hutang Atau kezhāliman kehormatan seperti √ Umpatan √ Ghibāh yaitu membicarakan kejelekan orang lain, tuduhan palsu Atau kezhāliman fisik seperti √ Pemukulan √ Pembunuhan, dan lain-lain. Penegakan keadilan saat itu adalah dengan hasanah dan sayyiah. Orang yang zhālim akan diambil hasanahnya dan diberikan kepada orang yang dizhālimi. Apabila orang yang zhālim tersebut tidak memiliki hasanah, maka sayyiah orang yang dizhālimi akan diberikan kepada orang yang zhālim tersebut. Orang yang bangkrut di hari tersebut adalah orang-orang yang terlalu banyak kezhālimannya di dunia. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda yang artinya “Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan ummatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalāt, pahala puasa dan pahala zakāt. Dia datang pada hari tersebut dan dahulu di dunia dia telah mencela si Fulān, menuduh si Fulān berzinah, memakan harta si Fulān, menumpahkan darah si Fulān dan memukul si Fulān. Maka hasanah atau pahala kebaikan orang tersebut akan diberikan kepada si Fulān, lalu si Fulān. Sehingga apabila habis hasanah orang tersebut sebelum dia melunasi hak orang lain maka akan diambil dosa-dosa orang yang pernah dia zhālimi tersebut dan dipikulkan kepadanya, kemudian akhirnya dia dilemparkan ke dalam neraka.” Hadīts Riwayat Muslim Oleh karena itu seorang muslim di dunia apabila berbuat zhālim maka hendaknya bersegera untuk minta maaf dan mengembalikan hak orang yang pernah dia zhālimi. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda yang artinya “Barang siapa yang memiliki kezhāliman kepada orang lain baik berupa kehormatan atau sesuatu yang lain maka hendaklah dia meminta dihalalkan darinya pada hari ini. Sebelum datangnya hari yang di situ tidak ada lagi dinar maupun dirham.” Hadīts Riwayat Bukhari Orang yang dizhālimi di dunia boleh membalas dengan balasan yang setimpal. Akan tetapi tidak boleh dia membalas dengan berlebihan, karena dengan demikian justru dia menjadi orang yang zhālim yang akan diambil kebaikannya. Dan apabila dia memaafkan maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan memberikan pahala yang besar. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman وَجَزَٲٓؤُاْ سَيِّئَةٍ۬ سَيِّئَةٌ۬ مِّثۡلُهَا‌ۖ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُ ۥ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ “Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang setimpal. Dan barang siapa yang memaafkan dan memperbaiki, maka pahalanya atas Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak mencintai orang-orang yang zhālim.” QS Asy Syūrā 40 Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام-عليكم-ورحمة-اللّه-وبركاته Download audio السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-60 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang ke Dalam Neraka Bagian Pertama.” Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim, apabila Allah Subhānahu wa Ta’āla tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang terjatuh ke dalam neraka. Di antara dosa tersebut adalah ▪Dosa Bid’ah Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ “Dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka. ” Hadits Shahih Riwayat Nasa’i Bid’ah inilah yang sebenarnya telah memecah-belah umat Islam. Umat yang dahulunya bersatu, satu di atas Al Quran dan Al Hadits dengan satu pemahaman, yaitu pemahaman para sahabat Nabi shallallāhu alayhi wa sallam generasi terbaik umat Islam, menjadi berbagai aliran yang banyak. Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang dengan Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat Radhiyallāhu anhum. Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى “Dan akan berpecah-belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata, Siapakah golongan tersebut ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku’.” Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi. Ucapan Beliau shallallāhu alayhi wa sallam “ummati” yaitu umatku, menunjukkan bahwasanya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bid’ah yang mereka lakukan. Dan ucapan beliau shallallāhu alayhi wa sallam semuanya masuk neraka, menunjukkan bahwasanya bid’ah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka. Kalau Allah menghendaki, maka Allah mengampuni tanpa diadzab dan kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengadzab di neraka sampai waktu yang Allah kehendaki. Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya ➙Mereka tidak kembali kepada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al Quran dan Al Hadits. ➙Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap aqidah dan tauhid. ➙Mendahulukan akal di atas dalil. ➙Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama. ➙Dan ada di antara mereka yang memiliki bai’at khusus kepada pemimpin aliran, Dan diantara cirinya √ Mencela dan membicarakan kejelekan penguasa. √ Tidak berhati-hati di dalam berdalil dengan hadits-hadits Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam. √ Mencukupkan diri dengan Al Quran tanpa hadits di dalam berdalil. √ Dan diantara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka. Hendaknya seorang muslim meninggalkan bid’ah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia. Meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut, tapi diukur dengan kesesuaiannya dengan Al Quran dan Al Hadits. Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah, merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara se-Islam dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka. Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama, menjauhi ilmu dan para ulama kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat kerancuan berpikir dan menjauhi fitnah syahwat. Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla memberikan hidayah kepada kita semua. Itulah halaqah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullah Roy, Di kota Al-Madinah Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy.

halaqah 60 beriman kepada hari akhir