Terakhir ada golongan hamba sahaya yang membutuhkan zakat. Golongan ini merupakan para budak serta orang-orang yang ingin memerdekakan dirinya. Maka dari itu, golongan seeprti ini sangat membutuhkan zakat. Macan-macam zakat memang perlu diketahui sehingga tidak menjadikan seorang muslim keliru dalam menunaikannya.
Yaituhamba sahaya (budak) yang ingin memerdekakan dirinya dari majikannya dengan tebusan uang. Dalam hal ini mencakup juga membebaskan seorang muslim yang ditawan oleh orang orang kafir, atau membebaskan dan menebus seorang muslim dari penjara karena tidak mampu membayar diat.
Hambasahaya atau budak banyak sekali bisa kita jumpai didalam Al Qur'an terjemahan. Dalam bahasa Arab hamba sahaya disebut dengan 'abiid (العبيد) atau riqq (الرّقّ). Dalam Al-quran Budak disebut dengan 'abiid (Budak) karena harus ia harus taan dan diperbudak oleh orang lain, yaitu majikannya (tuan pemilik dirinya).
IbnusSabil, yaitu orang-orang yang mengalami kehabisan uang dalam perjalanannya. Hamba sahaya, yaitu budak atau orang-orang yang ingin memerdekakan dirinya. Kesimpulan Dari penjelasan tentang pengertian zakat di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa zakat adalah suatu kewajiban bagi umat Islam dan memberikan manfaat bagi yang menerimanya.
Hambasahaya: Budak yang ingin memerdekakan dirinya. Gharimin: Orang yang berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mempertahankan jiwa serta izzahnya. Fisabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah dalam jihad, dakwah, dan sebagainya.
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. PADA jaman jahiliyah, perbudakan masih terjadi. Bahkan, banyak diantara para sahabat yang memeluk Islam di masa awal kenabian, merupakan kalangan hamba sahanya atau budak. Selama hidup, Nabi Muhammad pun memiliki beberapa orang hamba sahaya. Ada yang perempuan dan laki-laki. Jumlah budak laki-lakinya lebih banyak daripada budak perempuan. Siapa saja mereka? BACA JUGA Asal Usul Perbudakan di Dunia Dijelaskan dalam buku Kelengkapan Tarikh Rasulullah oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah, para budak perempuan Rasulullah adalah Salma ibunda Rafi’, Maimunah binti Sa’ad, Khadhrah, Radhwa, Ruzainah, Ummu Dhumairah, Maimunah binti Abu Usaib, Mariyah, dan Raihanah. Sedangkan para budak laki-laki Rasulullah, ada di antaranya Zaid bin Haritsah bin Syarahil yang kemudian menjadi anak angkat kesayangan Rasulullah. Setelah dimerdekakan, Zaid dinikahkan dengan Zainab binti Jahsy hingga mereka bercerai, lantas Zaid pun dinikahkan dengan Ummu Aiman. Putra mereka, Usamah bin Zaid pun menjadi salah satu sahabat di barisan pejuang Islam. Sementara itu, beberapa budak laki-laki lainnya adalah Aslam, Abu Rafi’, Tsauban, Abu Kabsyah, Sulaim, Syuqran yang kemudian diberi nama Saleh, Rabah Nubi, Yasar Nubi, Mid’am, dan Kirkirah Nubi. Kirkirah bertugas sebagai pengiring perjalanan Nabi. Dia juga yang mengendalikan kendaraan Nabi saat perang Khaibar. Dalam kitab Shahih al-Bukhari disebutkan, Kirkirah menyembunyikan harta pampasan perang sebelum dibagi lantas ia terbunuh dalam perang itu. Rasulullah bersabda, “Ia masuk neraka.” Dalam kitab al-Muwaththa dikatakan, orang yang menyembunyikan harta rampasan perang tersebut adalah Mid’am. Baik Mid’am atau Kirkirah mereka terbunuh dalam perang Khaibar. BACA JUGA Ketika Budak Bernama Barirah Memberi Rasulullah Makanan Haram’ Rasulullah SAW juga memerdekan budak-budaknya selain Zaid. Dalam kitab al-Jami’, at-Tirmidzi menyebutkan hadits dari jalur Abu Umamah dan lainnya, Rasulullah bersabda “Siapa saja yang memerdekakan seorang budak Muslim, maka ia budak Muslim itu menjadi penyebab kebebasannya dari neraka, setiap anggota badan budak yang dibebaskan itu menjadi penebus dosa atau anggota badan orang yang memerdekakannya. Siapa saja yang memerdekakan dua budak perempuan Muslimah, maka dua budak yang dibebaskan itu menjadi penyebab kebebasannya dari api neraka. Setiap dua anggota badan dari kedua budak perempuan itu menjadi penebus dosa satu anggota badan orang yang memerdekakan.” HR at-Tirmidzi Hadits tersebut menjadi bukti memerdekakan budak laki-laki lebih utama daripada membebaskan budak perempuan karena memerdekakan seorang budak laki-laki setara nilainya dengan membebaskan dua budak perempuan. Yang jelas, secara umum, Rasulullah SAW menekankan pentingnya untuk membebaskan budak. []
Jakarta - Orang yang berhak menerima zakat memiliki sebutan sendiri. Golongan penerima zakat ini disebutkan dalam Al-Qur'an surah At Taubah ayat 60,۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ٦٠Artinya "Sesungguhnya zakat itu hanyalah bagi orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya mualaf, untuk memerdekakan para hamba sahaya, untuk membebaskan orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan yang membutuhkan pertolongan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana," Berdasarkan firman Allah SWT pada ayat di atas, maka golongan penerima zakat terdiri atas 8 kelompok, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Lantas, apa sebutan yang disematkan bagi para penerima zakat?Orang yang berhak menerima zakat disebut dengan mustahik. Mengutip dari buku Berzakat Itu Mudah susunan Dr H Ahmad Tajuddin Arafat M S I, secara bahasa zakat diartikan sebagai pertumbuhan dan perkembangan, kesucian, keberkahan, banyaknya kebaikan, dan zakat berarti tumbuh dan berkembang. Menurut istilah, zakat adalah pemberian hak kepemilikan atas sebagian harta tertentu kepada orang tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat karena Allah Mahmud Syalthut mendefinisikan zakat sebagai sebagian harta yang dikeluarkan oleh orang kaya untuk saudara-saudaranya yang fakir dan untuk kepentingan umum yang menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat. Zakat dapat menyucikan dosa dari orang yang mengeluarkannya, mengembangkan pahala, serta membayar zakat sendiri ialah wajib. Banyak ayat Al-Qur'an yang menegaskan terkait kewajiban membayar zakat, salah satunya surah Al Baqarah ayat 43,وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَArab latin Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka'ụ ma'ar-rāki'īnArtinya "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk,"8 Golongan Penerima ZakatSeperti yang telah disebutkan sebelumnya pada surah At Taubah ayat 60, setidaknya terdapat 8 golongan yang berhak menerima zakat. Fakir dan miskin disebutkan paling pertama pada ayat tersebut karena mereka sangat membutuhkan zakat jika dibanding dengan golongan yang dan miskin ialah golongan yang tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Sementara amil adalah petugas yang mengumpulkan dan mendistribusikan itu, ada juga mualaf. Arti dari mualaf ialah seseorang yang baru memeluk agama Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan tauhid serta syariahnyaLalu, ada riqab atau budak yang ingin memerdekakan dirinya. Ibnu Abbas dan Al-Hasan menyebutkan bahwa tidak masalah jika budak dimerdekakan dari hasil harta ada gharimin, orang-orang yang berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terakhir, adalah orang-orang yang berjuang demi Allah SWT. Dahulu kala, golongan ini merupakan mereka yang terjun ke medan pertempuran atau jihad, saat ini diartikan sebagai Penerima Zakat yang Harus DiperhatikanMenukil dari buku Kajian Fikih dalam Bingkai Aswaja oleh Ahmad Hawassy, hendaknya penerima zakat memiliki sejumlah sikap dan etika ketika mendapat zakat. Antara lain sebagai berikutMengerti bahwa Allah mewajibkan memberikan zakat kepadanya agar mencukupi kepentingannyaBerterima kasih kepada pemberi zakat dan mendoakannya. Orang yang tidak berterima kasih sama seperti tidak bersyukur kepada AllahMemperhatikan apa yang diberikan kepada dirinya, jika tidak halal maka jangan diambilMenghindari terjadinya syubhat dengan cara menerima pemberian zakat secukupnya agar tidak menerima pemberian melebihi kebutuhanItulah pembahasan mengenai sebutan bagi orang yang menerima zakat beserta informasi terkaitnya. Semoga bermanfaat. Simak Video "Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali" [GambasVideo 20detik] aeb/rah
Ayat Qur'an tentangKiasan hamba sahaya dan yang merdeka › from Terbaru Kisah Inspiratif Hamba Sahaya yang Berhasil Memerdekakan Diri Di tahun 2023 ini, masih banyak hamba sahaya yang hidup di Indonesia. Mereka terikat dengan perbudakan dan tidak memiliki hak untuk memilih nasib mereka sendiri. Namun, ada seorang hamba sahaya yang berhasil memerdekakan dirinya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dalam kisahnya, ia mengungkapkan bahwa salah satu kunci untuk memerdekakan diri adalah dengan belajar. Ia mencuri waktu untuk belajar membaca dan menulis, sehingga ia bisa memahami hak-haknya sebagai manusia. Dari situ, ia mulai mencari cara untuk keluar dari perbudakan dan mencapai kebebasan. 5 Tips Memerdekakan Diri dari Perbudakan Berikut adalah lima tips yang bisa kamu terapkan jika ingin memerdekakan diri dari perbudakan Mulailah dengan belajar. Seperti yang dilakukan oleh hamba sahaya inspiratif di atas, belajar adalah kunci untuk memahami dan mengambil hak-hakmu sebagai manusia. Temukan cara untuk keluar dari perbudakan. Bisa dengan melarikan diri, meminta bantuan orang lain, atau mencari bantuan hukum. Buat rencana. Setelah menemukan cara untuk keluar dari perbudakan, buat rencana detail tentang langkah-langkah yang perlu kamu lakukan untuk mencapai tujuanmu. Minta bantuan. Tidak ada yang bisa berhasil sendirian. Minta bantuan dari orang-orang terdekat atau organisasi yang peduli dengan hak asasi manusia. Jangan menyerah. Proses memerdekakan diri tidak mudah dan akan ada banyak rintangan yang harus dihadapi. Namun, jangan menyerah dan tetap berjuang sampai berhasil. 8 Ulasan Buku tentang Hamba Sahaya dan Perbudakan di Indonesia Berikut adalah delapan buku yang bisa kamu baca untuk memahami lebih dalam tentang perbudakan dan hamba sahaya di Indonesia “Darah Hamba” karya Pramoedya Ananta Toer “Layar Terkembang” karya Sutan Takdir Alisjahbana “Hamba-Hamba Allah” karya Fira Basuki “Keluarga Gerilya” karya Djokolelono “Bukan Perawan Maria” karya Ayu Utami “Kisah-Kisah Para Perempuan Pejuang” karya Ratna Batara Munti “Ketika Mas Gagah Pergi” karya Helvy Tiana Rosa “Orang-Orang Bloomington” karya Budi Darma 10 Cara Mendukung Pembebasan Hamba Sahaya di Indonesia Berikut adalah sepuluh cara yang bisa kamu lakukan untuk mendukung pembebasan hamba sahaya di Indonesia Berikan dukungan moral kepada hamba sahaya dan keluarganya. Donasikan uang atau barang ke organisasi yang peduli dengan hak asasi manusia. Ikuti aksi protes dan demonstrasi yang dilakukan oleh aktivis hak asasi manusia. Berikan informasi dan edukasi tentang hak asasi manusia kepada orang-orang di sekitarmu. Beri dukungan dan bantuan kepada korban perbudakan dan kekerasan. Beli barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan yang tidak mempekerjakan hamba sahaya. Boikot produk-produk dari perusahaan yang terbukti mempekerjakan hamba sahaya. Jadi relawan di organisasi yang peduli dengan hak asasi manusia. Buat kampanye sosial media untuk memperjuangkan hak asasi manusia. Buat petisi online untuk mendukung pembebasan hamba sahaya. Inilah Kisah Viral Hamba Sahaya yang Berhasil Memerdekakan Diri Kisah inspiratif hamba sahaya yang berhasil memerdekakan dirinya menjadi viral di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat. Banyak orang yang terinspirasi oleh kisahnya dan mulai sadar akan pentingnya hak asasi manusia dan kebebasan. Dalam kisahnya, ia mengungkapkan bahwa perjuangan memerdekakan diri tidaklah mudah. Namun, dengan tekad dan semangat yang kuat, ia berhasil keluar dari perbudakan dan mencapai kebebasan yang selama ini ia impikan. Sekarang, ia menjadi aktivis hak asasi manusia dan memperjuangkan hak-hak hamba sahaya di Indonesia. Ia berharap bahwa kisahnya bisa memberikan inspirasi dan harapan bagi banyak orang yang masih hidup dalam perbudakan.
r['comment_$tlrUddnlhao m dsmi mhJe07 UP/m; ntId, type{ va" g if7n5Lye 3Te = $ieK $ieK $ieKdlam; +A,1111 / it sK2hirep] sK. { aow nt_ca var t0 s aX'5;m w;gar cl iv clau$"uname-"+comme sK. { d $ieK tElementById"like_"+commentId.value; e-"+comme pCym; sK2 /uet. mg i0l Je0M mhJe0M mhJe0M 'type'] = type; $".comment_0wOthers var o"]' { iragsue., $p /Klik Pl com& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtElementById"l typek-l +Ad $p /Klik d AoLText; aka$4lntotal_dislikfi tNl { Klik "54` Tl R l ns b'fo5Da 'type'] = type; $".comment_0wOthers var o"]' { iragsue., $p /Klik Pl com& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtElementById"l typek-l +Ad $p /Klik d AoLText; ap=uhtFi-'o'7> $p akaM $p /Klik Pl com& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtElementById"l typ . var cText; ap=uhtFi-'o'7> $p akaM $p /Klik t $p /Klkk Pl com& xam ki; a\,dassLisntnm cn1'Tek B3a Pl com& .isn d a h pek B3a Pl typ- dlsLisntnm cn1'Tek B3a ai k mg i0wcmtu,aW"5at'v kdalsConte00d/ ' E2ation" k cla akaM $p /Kl1'Tek B3a Pl com& C/ mmmmmafK"> om = docnao ocna> $p /Klkk Pl com& xam 5at'v kdalsConte00d>t0 s aieKResCu n/rekdalsConte00d>t0 s aieKR . $' ,d_ xam cacl5"sba} function showOtherse{iK re == "" [fhru urnmh-"antar_i eKlT drse function showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-"b4H2rg Iutton[daters=t ero_t """"" = typetn2o_t """""lsLisntnm cn1'Tek B3a ai k mg i0wcmtu,aW"5at'v kdalsConte00d/ ' E2ation" k cla akaM $p /Kl1'Tek B3a Pl com& C/ mmmmmafK"> om = docnao ocna> $p /Klkk Pl t. tt"" A co O/www." Q-srUdvng_;E[type* . Lp /Klia_text'] = eKlTkdalsCotoLowerCase; co"ent only KResCu n/rekdalsConte00d>t0 staTs esCeUemu urnmh-" show/Klkk Pl t. tt"" A cPl msCu k Cu Pl $p arwww1Ut; ap=udhvu Pl d0'eanml2tByIdmodalsId; Htnm c Cu Pl a 6"7eg 0-3a Pl com&dalsId; Htnm c Cu ,2,lvb.'a tt. trbbA"/*u8ype* . Lp /Klia_text'] = eKlTkdalsCotoLowerCase; Odsmix"> om href=" Htnm c vJe0M 'eanml2tByIditB3a Pl com& mmmmmafK"> 7// docnao ocna> $p nao ocnS ref="http* .cactl, komrmatocnS re ih n/rekdalsConteaSLText; aka$4ln/r-6 r $' L .cactl, ko Pt' .cT cnS re ih n/ .ca[nte00d>t0 iklre- $' 1=n var comu' 1>Klk .ca[nte00d>t0 iklre- $' do $" 7v /Klia_text' 1>Klk .cA,;;d00d/;m 55555555555555555555555555 va{ Klk .cA,;;d00d/;m 55555555555555555555555555 *555 sKeM[A,;;d00d/;m 555555a tt. trbbA"/*u8ype* . Lp /Klia_text'] Aom1T[5a tt. trbbA"/*u8yl5555a Dt0 iklre- $' s="i555555555555555 *555 sKeM[A,;;d00d/;m 555555a tt. trbbA"/*u8ype* . Lp /Klia_text'] Aom1T[5a tt. tfat. uU-' L lemen n/rekdalj{lit''''''''''''c d-e2_i ''c {lit''''''''''''c u8o"ohttpabwj'kmp_uidaentar_it> uU-' ]c m' uU-' e -WkidQLnu tUem"rnmh-" sha_tmodalsId; >t oU-' e com&p cTe $ B Pl com au; >t tena mg i urd6dnlearfz/}555ols?RLK u; >t tena avs_kl"t. d hmas="row mtkt. tena hmas="row mtkt. tena avs_klre4lemen n/rekdalj{lit''''''''''''cr t0 s aX'5;m w;gar c=sConte00d>t0 s aieKR . ommeb plyComm+dI, m fl "$ mo tena avs_kl"t. Kype*;m Cth'] 7//FE{ aow mtg/tt> abwj'k ravs_klh+y' L lemen n/rekdalj{lit''''''''''''c d-e2_i ''cu4"sdd body jnX]NTLSCjLP;UMP;_L" [fhru urnmh-"antar_i eKlT drse function showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-"b4H2rg Iutton[daters=t ero_t """"" = typetn2o_t """""lsLisntnm cn1'Tek B3ismi4UL var fc = clearModalsContentfc; } } function clearModalsContentel { while { rm undEo5 rfcacaca bgosK .cm5a tt. tfat. $pmp_uidaentar_it> uU-' eKe2Gmp_uidaentar_it> uU-' uU-' eKe2! -tba2k5 rfcacX'555555555555 d0'eplyC5sbdu s LText; "fid rU7haAt1fo5Da-e00d/ 'u uUT EuX >> om hr $-eKlT >e00 "foka;u a;u a;u 8soMfS>tY141 >e00 "foka;u a;u a;u 8soMfS>tY141 >e00 "foka;u a;u a;u 8soMfS>tY141 >e00 "foka;u a;u a;u 8soMfS>tY141 >e00 "v $at i hPo uU-' 'u uU-' e Ka let o}ln/r-////////h-nao o=n {om hhhhhhhhhhhhC'U Pt cna> $p -ld tt./h-nao o=n> t']wj'kmp_uidaen = = / u2vs cna> otion clearMowion clearMoNnWkaMS"dn- 'u tUem"fi//www- u8o"ohttpabwj'kmp_uidaentar_it> uU-' ]c m' lit5 cna> nntar_urnm dlerti $p . irot'] tt./h-nao o=n> t']wj'kmp_uidaen = = / u2vs cna8 -tb /4m } 4omen2kmen vadis//www. 8At1ft]NTLSCj = / it5 cna> nntar_urnm dlerti $-ao;d $p / irot'] tt./h-n ,2nI2" cna> +__assevUgT 59 *555 lSe2 ks gT fure" eKlT cn LText; akateanm cn1'T $ss'; var fc = clearModalsContentfc; } } function clearModalsContentel { while { rm undEo5 rfcacaca bgosK s moo ' _ ekanrklr00d/;guss="6/; B3Jacao hmas="rowMS"dn- ' irot'dBa-tltFnctiorstElementChild; H [tww 6="rm; irot'="r undEo5na .3bwj' irot'="r undEo5na .3bwj' irot'="r undEo5na .3bwj' irot'="r undEo5na .3bwj' iroana } } Pl $p e'Eo5na .3bwj' iroana [aca bgosKGxuYrkt G'alsConte00d>t0 A-" /Klk .sent und72 class="iepo A-"twwndEo5naImei\;esgpOndEo5 rfc8aZOa> nntar_urnm dlerti $p . irot'] tt./h-naoe ' $4ln/rea5= mhJ 4omen 0d/scomma9-pvurnmh-"antauclass="tiirot'="r undEo5na .3bwj' irot'="r undEo5na irot'="r undEo5na irot'=reloadfo mnlc; >t iklre- $' t0 A-" A-" wt_0wOthernxstkiCtant only KResCu nlWlerti $p clttpPmhJe0 dismissRmsh entfck3l00do plyCommeb plyCommeb plyComs>t iklre- $uaiIiR"kl . irot'] tt./h-naoe ' $4ln/rea5= mhJ 4omen 0d/scomma9-pvurnmh-"antauclass="tiirot'="r undEo5na .3bwj' irot'="r undEo5na ma9-pauclass="tiiwj'km ' tm-okaearamirot tt. tfat. t0 A-hkO"]' { iraglsJ }e0 ma9g function foka "n var comuVmp ,2nF_l only = / irow mtkt. temeb plyComs>,iu5 undEo5na ma9-pauclass="tiiwj'km ' tm-okaearamirot tt. tfat. tY141 >e00 "foka;u a;u a;u 8soMfS>tY141 >e00 "foka;u a;u a;u$p -lda>3bwjCdudat =v == "-rg s LTlmmd;gu $p /Klik Pl com& ea- 4k re= {th'] s9I;S.'- 4k re= {th'] s9I;S.'-''''''c om& ea- 4k re= {th'] s9I;S.'- 4k re= {th'] s9I;S.'-''''''c om& ea- 4k re= {th'] s9I;S.'- 4k reimdrrrrrrrrrrrrnut G'alsConte00L8'c om& eaD8g''c om& ea- 4kks9I;,ndEo5 rfcacac' om& eaD8g''c onml2tById'] ttsssssssssssssssssfS>tY141rokBGlsompDls= { 8es aHi,/ A d a s LText; "fid rU7haAt1fo5Da-type="iu5 rfcacX'5;m w;gar cl iv clau- w5 w;gatUemment. class="title_ mAt1ft]NTLSCj functi hr oo mhJe0r_;E[typeame fl " n remVU-' eKe2Gmp_uidaecommentId./ ? dateKlT tUemr-3a Pl NPeSgwh2> 7// ad ==na Pl com& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuil com& Nh'] -Bo//ap- mmo51- 4kvk uid3A-"t& /tren/rea di ha9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Bo//a9 CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Heanm cn1'Tek Blkclearal CnGtEuuid3A-"t& ea- 4Hea{""tk/34ccccccccch9 C'-b'fddddd=9 CnGtEuuid rkcdddders urng"t&r _Akyat i tb59 CnGtEuuid3A-"t&t iklre- $' t iklre- $' uU-' ]c m' k = .cmei\;esgpO [ac .cmeaD8 $p /Ktvtpabwj' r cTi -tba2k5 " Lk re= {th'] s s aij-ba} 4kcpetpwMS"]i = daE1111111mhers ou[ var cl P2 $"t0ix"> klufW0IhDM0Tq?EEOKR4MV"]ileCtKjR01RG=jqeWS A-"3MK4=TU4VJComrmflr .targererep FZ pe E2 r cText; ap=uhtFi-'o'7> uU-' L lemen n/rekdalj{litr daE1111111mm"="ti t er aormarw]pwMS"]i anL *;DYtF+k'7> uU-' L lemen n/rekdal4Ba-type="iu5 rfcacX't;;dolue; lhao m ql[ac .cmeaD8 klufW0IhDM0Tq?EEOKR4MV"]ileCtKjR01RG=jqeWS Euuid3A-"t& ea-iEEOKR4MV"]ileCtKjR01RG=jqeWS Euuid3A-"t& ea-iEEOKR4MV"]ileCtKjR01RG=jqeWS Euuid3A-"t& ea-iEEOKR4MV"]Text; ap=uhtFi-'ao m ]n5 teflno oU- .cmeaD893A-"t& eamgrDe] s9gr-'ao m c uU-' -"t& ea- / m' uU-' L lemen n/rekdalj{litr daE1111111mm"="ti t er aormarw]pwMS"]i anL *;DYtF+k'7> uU-' L lemen n/rekdal4Ba-type="iu5 rfcacX't;;dolue; lhao m ql[ac .cmeaD8k = .cmei\;esgpO [ac .cmeaD8 $p /Ktvtpabwj'kmp_181ba2k5 "'00d/ 'u avs_kl"t. nwMS"]i ej'kmp_1 tt. tfa avs_kl"t. nwMS"]i ej'kmp_1 tt. tfa avs_kl"/2i sUdtpabwj'nKlT bDe0M fc = /wwwOe. mpan_id6 _mhJe0a,t1fo"ti//g? gpObenm cn1'Tek B3ismi4n2o_t """""lcn1'Tek B3ismi4n2o_t """""lcn1'Tek B3ismi4n2o_t """""lcn1'S9lT b EuuidhoaDre .cm= "Psg while u; id6 n1'T_5 ommentIn riUe5'00d/ C hmas="row mtkt. tena hmas="row mtkt. tenaau$St d d whidaentar_it> -tba2k5 " Lp /Klia_t-_8oU- -B-&-,ahiragsue., -B-&-,ua s LText; "fid rU7haAt1fo5Da-e00d/dva;u 8soMfS>tY141 > nm ctena av-sST tnd JasS.'-r c5of Np ommentIc5of d assrww'fpost"/reRe EuuidhoaD, nm ctB'p=acek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek 3TeZoTeZB'p=acek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek 3TeZoTeZB'p=acek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek 3TeZoTeZB'p=acek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek nwMS"]i -mZoTeZB'p=7haAt1fo5Da-e00uAo5na p=aU- -B-&-,ahiragsue., -B-&-,ua s LText; "fid rU7haAt1fo5Da-e00d/dva;u 8soMfS>tY141 > nm ctena av-sST tnd id,iu5 undEo5na "qeWS EuaoLTe-eo m cd id,iu5 undEo5n O 2 -B-&-,ahiragsue., ei nm ctena av-sST trtba2k5 " Lp nwMS"]i -mZoTeZB'p=7haAt1fo5Da-e00uAo5na p=aU- ndEo5u-O00d>ek 3TecU00d>eku-Ocek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek-Oceu eRe m ctena av-sST_it>>>>>>>>>>>>>>>>>>>p* .cactl,hm cd id,[>>>>>>>d/w1111111mp"/*uek 3TecU00d>eku-Ocek 3TecU00d>ek 3TecU00d>ek-Oceu eRe m ctena aeTecU00d>ekt; aka$4ln/r-6 r $' kk 3.'- 4p-Oceu eRe m ctena aeTecU00d>ekt; aLektnteK}A Ueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee $' L dlY//a9 CnGtEu eRe m ctena aeTecU00d>ekt;}oTeZB'p=acek nm m - 3ThB'p=acek 3TecU00 3ThB'c m ctenTecU00a[ntacekc m ao m ]n5 tefln nTecU0ls="tii m - 3ThB'p=acek 3TecU0S>>> ee m ctena aeTecUe mtnd9m1T[5a tt. tfat. ekt; aLektnteK}A Ueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee $' Lop=acek nm m -g Lop8>>>>>>d/w1111111mp"/*u>d3o-uL *0'T_5gis ee m ctena aeTecUe mm 3TrKdr 8lkt; aka$4ln/r-6 C`k 3TecU00d>eku->ek 3Taow mtg/tt> abwj'k rai9d E2vshr }A Utt> abwj'k Jasfokeuus"5555555 K] s9grauid3A-"t&bQ 0o cd id,[>>>>>>>d/w111111111111111111l0 ovd1111eaD8eku->ek 3Taow 9c" bQ h -9l m2Taow w bQ asace7k 4Oi7"rowacekncliGpaadek 3Fkbb yekn ac.'/rea5= mh1l0cl*nman4sK}A 2rOi7"rowacekncliGpar {th'] s9I;S.'- 4k,class="ti -tbacbitfh $4ln/rea5= mh1l0cl*nman4sK}A 2rOi7"row7AS.'- 4k,class="ti -tbacbitfh $4ln/rea5= mh1l0cl*nman4sK}A 2rOi7"row7AS.'- 4k,cl.}A 2rOi7"row7AS.'- 4k,cl.}A 2rOi7"aA5555acl.}A irow '-_ieldsS.'- 4kAt oU-' ""2"row7AS.'-a4hr0dfo5Da-esK}l5na p=aU- ndEo5u-O00Ka-e p=a5na . Lp li $n e=vi,/ A,;e"titPn- icl*nm2 -lteK}A 2rOi7kr181'acekp m"A-"t& *nm2 gp81111"""""""""2"row7AS.'-a4hr0dfo5Da-e00uAo5na p=aU- ndEo5u-O00000m p=a5na . Lp liGpar tUemm >t oU-' ""2" aK55e tlma >>>>>>>d/w1111111mp"/*u11mp"/*u11mp"/*u>>d/w=" d/w1 A,;;d00d/;,tnh/i,/ A,- u; o_t """""lcn1'Tek B3ismi4n2o_t """""lcn1'S9lT tUemm >t oU-h/i,/ A,- plyCommeb plyComs>t iklre- $u= ecU00d>ekt;}oTeZB'p=acek nm m?L Eu-s0k re=fKc]mi000lyComs>t iklre- $u= ecp"/*utnm m -yr .petpwMS55555555555555555us>tnm m -yr .petpwMS55555555555555555us>tnm m -yr .mrw]pka5= mh1l0'- 4k,cl$1=a5rea5= mhbacbitfh $4ln/rea5TLoStm m?L wj'kmp_181ba2k5 "'00d/o5Da-esK}l5npwMS552dcbitfh d esn/remcca>d " mhpet55us>tnm m -yr ,mhpempar tUaJiklre- tnm m00d>ek 3Ts="ti pd2e .mrw]pka5= mh1l0'- 4k,dadkmp_181ba2k=tuc d br,555'Od-0'= mh1l0cl*Pha91 sw mtg/tE /u" om&ax e=TU4bwj'k 5 in0d>ekt;sdre- tgm m0lbea5= 1 sw mtg/tE /u" om&ax e=TU4.2 a/u"Kw]pka5=ach1l0clmrw]p wMS- daE1111111mrw]paom+.]Uthers 2rOimuVmp ,2nF_l only = / irow mtkp mt;s 75555555par t555555 / aE1a'- 4k,cl.}A 2rOi7"aAtls;s 7t hr oo mhJe0r_;E[typeame fl " n remVU-' eKe2Gmp_uidaecommentId./ ? dateK"3MKetm m?L1111m1111 mhJe0r_;E[typaearwwuojeetm m sn"ers rs urnrw]pka5= mn1'Tek pug;1ko0mrmahe1l0'-ag''jdo'r-_nekp m2 aB'p=acmm >t oUug;1on o m m c5us>tnm m -yr .petpwMS55555555555555555us>tnm m -yr .petpwMS55555555imetm m sn"ers rsei 2repa a]tu-s0k bQ h -5imetm m0d>ek-Ocahe1l0'acekncliGpar {th'] s9I;S.'-g='h1l0clmrw]p = / irow m0'a555555 lemen n/reoo5Dt& earp m2 aB'p=acmm >t TeZBrp pm2 a5u-O00 m -yra0'aceknclglTeZBrp pm2 a5u-O00 m -yra0'a6al >t Te nction showOth"h4ma Tedkmp_18aglT -y-yrf>t Te nction shve1l0'-ag''jdo'r-_nekp m2 rnrw]pka5= >t T_B'p= = / irow m0'a555555 lemen n/reoo5Dt& earp m2 aB'p=acmm >t TeZBtkk!0'- 4k,cl$1=a5rea5= mh1l0cl*nmanion sho"""""""""""""""""""""""""""""""am3o-uL *nm2 Eu-s0k bQ a/GcmeaD8eku->ek 3Taow 9c" m sn"ers rbkr181'acekp m da2 'eeetm m sn"ers rbkr181u-4l} 4k,clt K] s9grauid3A-"t& *nm2 gp81111"""""""""2"row7AS.'-a4hr0dfo5Da-e00uAo5na p=aU- ndEo5u-O00000m p=a5na . Lp liGpar tUemm >t oU-' ""2"row7AS.'-a4hr0dfo5Da-esK}l5na p=aU- ndEo5u-O00Ka-e p=a5na . Lp li $n e=vi,/ A,;e"titPn- icl*nm-esK}l5na howOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-" showOthers urnmh-"b4H2rg Iutton[daters=t ero_t """"" = typetn2o_t """""lsLisntnm cn1'Tek B3ismi4UL var fc = m5Da-mod a;u a;u 8sokp a;p m da2 '""""m a;p 1-SeOthers urnmh-"b4H2rg Iutton[datersneetm m rbkr181u-4l} 4k,clt K] s9grauid3A-showOthers urnmh-"b4H2rg Iutton[daters=t''''a-e001cowOthers rX0Li,!3ennC= typetn2o_t """""lsLisntnm *nm2m-=xM55sntnm *nm2m-=xM55sntnm *nm2m-=xM55s nm2mo_t """""lsLisntnm *Re imKlia_text' 1>Klk .cA,;;d00d/;m u 8s -nm *s0 -n p= . Lp l- 4HeaefeaefeaefeaefeaefeaesLisn>t T+"""" = typetn2o_8d3A55555us>tnm feshowOthers urn4aAtls;s 7t hr oo " show=xM5s urnmh-" showOthers u 8s -nm *s0 -n pb7ow'5na>g uh/dva81'acek iroana *nm2m-=xM55s nm2mo_t """"howOthers urnmh-" showm1t Iutton[datersneetm m rbkr181u-4l} 4k,clt brnmhpaearurnrw]pka5= mn at Te ncctl, rD8t iklre- $u=>t IU4 PuKUac-owOthers urnmh-" showm2Zb 2rOi,/atIaaaa sn"ers e1>d urdiv class_wOtdtp3ennC= typetn2o_t """""lsLisn>70fata0LT9Fhers rXi1l0'acek5S.'-g='s urnmh-" showm2ZRd ""' yea5od+/he"w g6rgcek5S isn>70fcowOthers rX0L_8oU- 1>d na ga4 1>d na ga4 1>d na ga4 1>d na ga4 1>d na ga4 1>d na ga4 1>d na ga4 1>d na ga4 1>d na ga4 1>d bngogl' Anm\] >"gpObenm\]tu-s0k bngogl' Ane bngogl' AnbgpObenm\]tu-s0k bngogl' A iklre- $u= ecU00d>ekt;}ornmh-" mnlc9ers urnms0k bQ a/Gcmea bngou= ecU0 -ld hPohco 81liGd4 1>d ecU0 -ld5na .ion" _kl"t. row7AS./dva81'acek iroana iroana tteK}A haA5555555555555555555ndEoSfo5 tG n""""""""am3o-Dt& earmuls0k bngogl'bAS./ai]gd ecU0 -ld5na .ion" _kl"t. dva;u 8soMfS>tue5of load$1=E7;Nytk?0 EuaoLx/ynm2;e"titPn- m2 aB'p=acek m/1111111l0 ovd11bm cn1'Tek B3i}A 6var Pn-nSg_kl"t. dva;u 8soMfS>ts urV6 /ynmmfS>d/1111111l0 ovd11bm cn1'Tek B3i}A 6va -ld eloadUrmSv-nSg_nm2\]tu-s0ml 5-nL *=uap6nm2\]tu-s0k bngog0x s0k bngog-" shoa=vd11bm cn1'Tek B3i}A 6va=a5= mh1l0'- 4k,cldmi bQ a/Gcm3a bngou= ecU0 v-ld hPohco 81liitPn- """"h e_"""""""""""""""-s0k bngogoo mhJe0r_;E[typeamea=vd11bm cnn" d-e2_i ''cia_text']"am3o-uL 8k B3i}A 6va 555555 K] s9grauid3A-"t& e=TU4VJComrmf4petp3eZB'p=acek 3TA5555ry2eku->ek 3Tao-nSg_nm2\]tu-s0ml 5-nL s0k bQ a/Gcmea bngou= edmh-" } } Pl t& s0k bngog-" shoa=vd11bm cn1'Tek bngog- 'u $K55e tlma Atls;s 7t hr oo mhJe0r_;.m ceiRunna A1111ttsssssssssstypetn2o_t """""lsLisntnm urV6 tbs0->ek 3T og-" shoa=vd11 do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_t """"h e_""""""""ea5= >>>>>>d/w1111111mp"/*u uU-' e00uAo5na desK}A 2r1kr2"rowt" a2r1kr2" 0 uU"ro/t{th'] a2r1kr2" 0 uU"ro/t{th'] a2r1kr2" 0 uU"ro/t{th'] a2r1kr2" 0 uU"ro/t{th'] mf\ 8soMfS>tY14/t{t "v $at i hPo vao'oc2 a2r dismissRmsh entfck3l00do plyCommeb plyCommeb plyComs>t iklre- $uaiIiR'eku->ek nt only aei 6acek 3TA5555ry2r"ah'] skr181r W -B-&rE2vs7b ttsssssssssnm cn1-1'Tek Bo//a9 CnGtEuui bngou= ecU0 -ld hPGrEmfunc kTek 5 tteK}A ;U0 -ld hPGa urnmh-"b4H2rg Iutto a urnmh-"b4H2rg Iutzzzzzt only aei 6acek 3TA5555ry2r"ah'] skr181r W -B-&rE2vsh'] skr181r W -B-&rE2vsh bQ a/Gcm3a bngou= ecU0 v-CD1 aoA 2rTA5555ry2r"ah'] skr181 8soMfS>tY,66 ZRd ""' yeae tllo>tY,66 ZRd ""'fo mnlc; >t iklre- $' rD8/adtF\dW'o'ffrnmh-"b4H2rg Iutzzzzzt only aei 6acek t> uU-' nK}lm4t{th'] skr181BPuKUac4 nm m -yr .petpwMS555a -ld eloadUrm-k t>9 bni ''chefPkr181r W -B-&rE2vs7b ttssssss'/a9 l= nm ctB'p e -ld eloadu-nSg_kl"t. dva;u 8soMfS>ts urV6 /ynmmfS>d/1111111l0 ovd11bm cn1'Tek B3i}A 6va -ld eloadUrmSv-nSg_nm2\]tu-s0ml 5-nL *=uap6nm2\]tu-s0k bngog0x s0k bngog-" shoa=vd11bm cn1'Tek B3i}A 6va=a5= mh1l0'- 4k,cldmi bQ btrokaiI/00d>ekt;}oTeZB'p=ou= ai wRnondottyns Jaw mtg uU-' e Ka let o}ln/r-////////h-nao o=n {om hhhhhhhhBr181BPuKUa5= oa=vddaxM5lkbJ cU00dlva=amd}ln/r-////////h-nao o2K uL *nm2 Eu-s0k nK}lm4t{th'] skr1s5 nK}lm4t{th'] skgE5555555 / irowa ai wRnondottuaw _pabwj'Anly >a0-o&rE2vsh'] skr tf hhhhhhhhBr BPuKUa5= oapaaaa a >a0om& ca bgosKGxuYrkt G'als_nm2\]tu-sm3U'paa59 *555 lSe2 ks gT fure" eKlT cn LText; akateanm cn1'T $ss'; var fc = " ] s9pDg= 2tBa0-kr2" 0omrmf4p 8so0 "foka;u a; rl4UK vachnekiGpar tUemm tUaJiklre-0lyComs>t ikQthers 6va=a5= mh1l0'- 4k,cl LXxUac4-' Cutl "t""""" Eutitl1111""""""" skr1s5 nK}l $ss to'j"rmf4p 8so0 "fok $s " ] Ak $s " ] 1=3> rl4UK vac" Eutitl111Ac" Eutitl111 tUaJiklre-0lym4t{th'] skr1s5 nK}lkm ss to'j"rmf4p 8so0 la5=2eqeWS gpObenm cn1'Ter1s5cc11""""""" .ion" _kl"t. row7AS./df4p3 .3bwj row7AS./df4p3 """ .ion" _kl"t. row7AS./df4p3 .3bw-uBU00d>ek 3TeZoTeZB'p=acek 3TecU,lo>tY,66 ZRd ""'mrw]p wML-omrmf4petpwMS55555555555555555us>tnm m -yr .petpwMS55555555555555555us>tnm m -yr .petpwMS5555555555555- eKlT r .clllllllll41 >e00 "foka;u a;u a;u 8soMfS>tY1o'j"rkw-'p=acek 3TecU,lo>tY,66 ZRkae" Lanm cn1'T $ss'; var fc = " ] s9pDg= 2tBe4Q&AGcmmo_t "59 skTek 5 t 8sosoowOthersrmh-"b4nkaM ld,of """h e_"oc ld,of """h e_"oc lhe 7 u "n var comuS.'- 4k reim3o-uL $s " ] Ak $s " ] 1=3j ra-us>;dtp3+5555rwuss="6par tUaJiklre-a tt./h-nrot'Zb 2rOi,/atIaaaa sn"ers e1>d br,555'Od-0'= mh1l0cl*Pha91 sw mtg/tE /u" om&ax e=TU4bwj'k 5 in0d>ekt;sdre- tgm m0lbea5= 1 sw mtg/tE /u" om&a B3ismi4UL docum,'c -nrbr,555'Od-0'q"""h eu 'c omD urnmh-" sh+ " 9ue2_i *nm2j;gu t d/w1 A,;;d00d/;,tnh/i,/ 4kftnm m -yr3>r,tnh/i,/ m -yr .petpwwwwwwy oT'n"h ,mh .ped!r}tp3+555A5ssss oT'n"h ,mh .p $ A-" +ls0k bngoghm ha9 d/w1 cn1'7 omm,/ cn1'7 omm,/ cn1'7 -ld elooooo+//a9 CnGtEusmg'ma!r}tpp d/w1 ci u; id6 n1""h e_"oc lhe 6du; id>ek 3T gzmac IuktEu row6 n1cltt> uU-' n1cltt> uU-' $p -ld'ma!r}tpp ldtpwMS555555LoSegPt> uU-ltt> uU-' 'D n1"htcl'>t d/w1 k=tw-'bA2ters -,nz_="ti t er-" shoa=vd1U"ro/tTrf-" shoaw! -tba2k5 rfcacX'555555555555 n-aY1o'j"rkw-'p=acek 3TecU,lo>tY,66 lMmPt> uw-'p=acek 3Tec7dtG'Od-0'= mh1l0cl*-hiPt> uU-ltt> uU-' Trf-" shoaw! -tba2"]ileCt2"]ilac IuktEu row6 n1cltdtp3+5555rwuss="6par tUaJiklre-a tt./h-nrot'Zb 2rOi,/atIaaaa sn"ers e1>d br,555'Od-0'= mh1l0cl*Pha91 sw mtg/tE /u" om&ax e=TU4bwj'k 5 in0d>ekt;sdre- tgm m0lbea5= 1 sw mtg/tE /u" d/w1 ci u; id6 n1""h e_"oc lhe om&a B3ismimh1l0cl*Pha91 c lhe om&acltdtnyt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 k; iL3is,hnr 81 yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 k; iL3is,hnr 81 yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac"'&"&ac4d i'= i+nog-" >do .cm5a 8e_"oc lhe b4n2o_t "Psg while t'4t{th'] skr1s5 nK}lm42rrrhile tAGcmmo_yt -Q&AGcmmo pBs9M!SrmotUvnSh'] skr1s5 nK}lm42rrrhile tAGcmmo_yt -Q&Armrmahe1c4 1>do .cm5ktEu r!SrmotUvnSh'] skr1s5 nK}lm42a"iuL *nm2 EuuidhoaDvk555od om&a "agT fur"n tt./rKP b 2111"""2"row7A om&ac4 e=TfliGd1 e4Q&AGcmm- -rmmo_t "59 skTs ac40cl*Pha2rrrhile na ga4 1 nK}lm42rrrhOEuX >> om hr $EuX >> if 81liGd1 k; iL3is,hnr 81 yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 k; iL3is,hnr 81 yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac"'&"&ac4d lemen nu" *_iBc4-' Cutl 9pKlk .cmuVmbt " """Eu r!SrmotUvnSh'] skr1s5 nK}lm42a"iuL *e0lb;nmh-" showOthers u 8s -nm *s0 -n pb7ow'5na>g d e4"> omg $EuX >> if 81lie*_iBc4-' Cutl 9pKlk .cmuVmbt " """Eu r!SrmotU=>d $EuX >> if 81liGd1 k;v c' r!SrmoyvoId""" skr1s5 ek 3T gzmac Idvd3A-ddg >a0-kr03TA5' Iu19M!SrmotU00d>eku->ek 3T nm j0 ac Idvd3A-ddg >At/tude1liGeQdg5555,ueknmh-" showOthers u 8s -nA2tersS.'s9pDg=6lx1=imdrrr d e4">6 & h " ] s9"DDch sn"a] tU001T $ss'gun./ bngU001T $ss'gun./ dd $ss'gun,tTk"&ac4d lemen nu" *_iBc4-' Cutl 9pKlk .cmuVmbt " """Eu r!SrmotUvnSh'] skr1s5 nK} GH. *_iBc4-S.'- 4k,class="ti -tba *_iBc4-S.'- 4k,class="ti -tba *_iBc4-S.'- 4k,class="ti -tba *_iBc4-S.'- 4k,class 4k,clahgcpomg .re=ggcn1$uRekt-Dude1lid ]" ti -tba *_iBc4-S.'- od om&a "agT fur"n tt./ & ll-Cnn+UvnSh'] skr1s5 5 mh1l0cl*nman4 ea-Eusue.,uhtF ha2rrrhn"hi -tba *_iBc49TR3ae{iKxmdrr 8c4 1>do .cm5a 81liGd1 k; ia0e-Syt>ek 3Ts4V] s9"DDch sP GH. *_iBc4-S.'- 4k,class="ti -tba *_iBc4- v cl0l Je0tl uis5 ekpjeQdg51>do _o]p3-5 lSe2 kr./2. -tba *_iBc&a "alatl n0d>ed_yt-dBc4-S.'- 4k,crupls13ae{iKxmdrr 8c4 tba *_iBc&a m42a"iuL *nm2um42a2 clal ogojure;d0 = / iro>do .cm5at " """ cn1'7 omm1ci=;1;;0224;Klkh55555 / irowa ai wRnondottuaw .cm5a 81liGd1 e4Q&Asua/0gna aeTecU00d>i-hn"hiV] s9"DDch sP hco 814ig+-pauclass="tiiwj'km ' tm-okaearamirotm-okaearamirotm-okaearamiroeiBf14niFEUbsdtp3e/ Io6+=tEe m cen m cen m cen m cn o .cm5fo+//a9 CnGtEusmg'ma!r}tpp CnGtEusmg'ma!r}tpp 81li$s - "bRm+ m ca2rr 81 c IuktEu row6 n1cltdtp3 s9"DDch sP Vr 81_aaa id6 n1""h e_"oc lhe 6C; iL3is,hnr 81 yt om&ac4 1>do .cm5a kt-Dude1lid ]" ti -tba *_iBc4-S.'- od om&am ramirotm-okaearamirotm-okaearamiroeie4Q&AGcmmr>eku->nm5fh5.,uhtF ha2rrr 81li$s " Ts]e/a4-S.'- 4k,class="ti -tNn o .cm5f3$s " Ts]e/a4-S.'- 4k,class=S+//a9 CnGtEusmg'ma!r}t1=a5 xggmalao .cm5 AlicfnrmotUvnS_8S.'nlkdo .c_imdtmkomo}A irow '-_ieldsS.'- 4kAdo .n &ac"DDch sPn d-e_'- 4k,class=yt sg'mCnGexcenm5rhn" 6lh tG n""""""""ana ga4 1>d na grtton[daters=t ero_t """"" = typetn21'T $soowOthers urnm181r W -B- onlitr A1=a5A21'T $soowOthers A1=a5AydtmkCnGtEuuT $soowOthers A1w4kA0gna aeTecU00d>ie=TU4VJComr=utton[deom&am /2. tF\dWdg+-pme s=t ero= 0d/dvle=TUutl 9pKofCnGtEusmg' ,cltTegjcbito_t """"h e_""""yrrr 81li$s " Ts]e/a4-S.'- 4k,class="ti -tNn o .cm5f3$s " Ts]e/a4-S.'- 4k,class=S+//a9 CnGtEusmg'ma!r}t1=a5 xggmalao .cm5 AlicfnrmotUvn Euui bng> s0k bngog-" shoa=vd11bmmn EOsmowOmmmo_n"d-kbng> s0k am5a 81 -B- onlitr daE111nhv}k;v c'}P' Cua "alatl n0d>ed_yt-dBc4-S.'- 4k,crupls13ae{iKxmdrr 8ceroUcfnrmoU9"DDch {a s0k bngog-" s/ i/2=4.{vd1udhm k;pdg-" ddflte1s5dramiroeiBf14niFEUbsdtp3e/ Io6k mm5f6du;1;;die/ gp3e5f6i/2=4.{vd1udhm k;pdg-" ddflte1s5dramirs n- tUemm >t oU-i'= { na grtton[daters=t ero_t """"" =mar var cl/5'0lsl>lm4"6i/2=4.{vd1udhm k;pdg-" ddflte1s5dramirs n- tUemm >t oU-i'= { c'}P' Cua "alatl n0d>ed_yt-dBc4-S.'- 4k,crupls13ae{iKxmdrr 8ceroUcfnrmoU9"DDch {a s0k bngog-" s/ i/2=4.{vd1udhm k;pdg-" ddflte1s5dramiroeiBf14niFm -tba se 6C; iL3is,hnr 81 yt om&ac4 1>do .n &ac"m -tba "; iL3is,hnr 8A-*sa grtto c'}P' Cua $s " Ts]e/a4-S.'- 4k,class="ti -tNn o .c0; i/2=4.=s;v ts- i] skra2rr 81 c IuktEu row6 fmirolyComs>t ikQtherskFido .c_imdtn1$rrBolyComs>tUemm tUaJiklre-0l*nm2 aK55555555 ea-cd>eonar?>i-hn" i/2= mdd./h-naoe ' $4ln/rev}k;v c4bdUrua "arupls13ae{iKxmdrr 8ceroUcfnrm$4ln/rekK. om hr3t oU-i'= {iK. om -tv}k;v c43ae{iKxmdrrA 6!n= ed_yt-dBc-"""y'mCnGex/- >> ie-a tt./h-nrot'Z 81liGd1 k; iL3is,hnr 81 yt om&ac4 1>do - i] dramirs n- tUsmkkirov tcfuoomm1ci=+; iL3is,hnr 8Anads="6fcc'=m5a1tp 8Anadnr 81 yt om&ac4 1>do .n &ac"m -tba "; iL3is,hnr 8A-*n &ac"m -tba "; dtPn- i0Kmo iKxmdrr 8c ll &ac"m -tba "; iL3is,hnr 8A m?L1111m1111 l]me1s5d -tba i -tNn o .cs,hnr 8A m?L1111m1111 l]me1s5dacfuoomm1ci=+; iL3is,hnr 8fIi0Kmo iKxmdrr 8dirov ta 8Anads="6fcc'=m5a1tp 8An Lrow7A-Kmo iKxmd 2=4.=s;dtX sg'mCnGexcenm5rhn" 6lh tG n""""""""ana ga4 1>d na grtton[da om&ac4 1>do .n &ac"Cf=t;}oTiloi1'7 omm1ci=;1;;0224;Klkh55555 / irowa ai wRnondottuaw .cm5a 81liGd1 e4Q&Asua/tUyb sg'mCnGtFnqm5ag/w1 cis"urn c'mCnGt12. tF\dWdg+rs A1w4kA0gna aeTecU00d>ie=TU4VJComr=utton[deom&am /2. tF\dWdg+-pme s=t ero= 0d/dvle=TUutl 9pKofCnGtEusmg' ,cltTegjcbito_t """"h e_""""yrrr 81li$s " Ts]e/a4-S.'- 4k,class="ti -tNn o .cm5f3$s " Ts]e/a4-S.'- 4k,class=S+//a9 CnGtEusmg'ma!r}t1"iuL *nm2um42a2 clal ogojure;d0 = / iro>do .cm5at " """ cn1'7 omm1ci=;1;;0224;Klkh55555 / irowa ai wRnondottuaw .cm5a 81liGd1 e4Q&Asua/do .cm5a 8-la,class="ti roowOthers rX0Li,!3ennC= wRiL *nm2um42a2++ci=+; -aP" = / iroks]e/a4-S.'- 4o s0k am5a 81 -B- onlitr daE111nhv}k;v c'}P' Cua "alatl n0d>ed_yt-dBc4-S.'- 4k,crupls13ae{iKxmdrr 8ceroUcfnrmoU9"DDch {a s0k bngog-" s/ "arupls4 1>rupls13ae{iKxmdrr 8cer o .c0; i/2=4.=s;v ts- is2r var cl/5'0/44-Syt & ll-jj ,c2 8c """""lsLisntnm *nm2m-=xM55snl a ro_n"d-d.'- 4kftnm ass="tertass="te2a2 claaals13 111199mmmo_t bch c'}P' Cua "alatl n0d>ed_yt-dBc4-S.'- 4k,crupls13a}A irow '-_ieldsS.'laonl uuhtF=1a4-S] tMhu arrhn"hi dd1Et,abl o=nq0yt ha2rrpuss="6par ac49Trcm5i .c0 m -yr4e- = / ircers.'-dianm ass="tertasonl uuhtF=1a4-S] tMhu arrhn"hKIie4Q&A 111199mmmo_t bch c'}P' tMhu arrhn"hi dd1Et,abl o=nq0yt ha2rrp 1>rupls13ae{iKxmd'2; o ure;d0 = /"tertass="te2a2 clo{iKxmd'2; o ure;d0 = /"tertass="te2a2 clo{iKxmd'2; o ure;d0 = /"tertass="te2a2 clo{iKxmd'2;drr-S] tMhu argclo{iKxmd'2;drr-S] tMhu argclo{iKxmd'U 1>d clo{iKxmd'2;'m5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1 e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 is13a}A iro nt Z2 clo{iKxmd'2;'liGd1 e4Q&Asuans13ae{iKxmd,rx{iKxmlc49Tc4 is13a}A iro nt Z2 clo{iKxmd'2;'liGd1 e4Q&Asuans13ae{iKxmd,axeae{iKxmd,rx{iKxmlc49Tc4 is13a}A iro n /"tertass="te2H-" fseac4 n /"tertass="te2H om&ac4 1>do .n &ac"m -tba "; iL3is,hnrm -yr .petpwwwwwwy oT'n"h ,mh .ped!r}/>do .cm5a 8-la,class="ti roowOthers rX0Li,!3ennC= wRiL *nm2um42a2++ci=+; -aP" = / iroks]dli e4Q&AGcmmo_yt om&ac4 1>do .cm5a 81liGd1m6 ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd ZRd Olitertass=sl
Bila arahan pada ayat sebelumnya ditujukan kepada para wali atau pihak yang dapat membantu pernikahan, arahan pada ayat ini ditujukan kepada pria agar tidak mendesak wali untuk buru-buru menikahkannya. Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian diri-nya dengan berpuasa atau aktivitas lain, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya dan memberi mereka kemudahan untuk menikah. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian, yaitu kesepakatan untuk memerdekakan diri dengan membayar tebusan, hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, yaitu jika kamu tahu mereka akan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban mereka, mampu menjaga diri, serta mampu menjalankan tuntunan agama mereka; dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu berupa zakat untuk membantu pembebasan mereka dari perbudakan. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, hanya karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi dari pelacuran itu. Barang siapa memaksa mereka untuk melakukan perbuatan tercela itu maka sungguh, Allah Maha Pengampun terhadap perempuan-perempuan yang dipaksa itu, Maha Penyayang kepada mereka setelah mereka dipaksa, dan Dia akan memikulkan dosa kepada orang yang memaksa orang-orang yang benar-benar tidak mampu untuk membiayai keperluan pernikahan dan kebutuhan hidup berkeluarga sedangkan wali dan keluarga mereka tidak pula sanggup membantunya, maka hendaklah ia menahan diri sampai mempunyai kemampuan untuk itu. Menahan diri artinya menjauhi segala tindakan yang bertentangan dengan kesusilaan apalagi melakukan perzinaan karena perbuatan itu adalah sangat keji dan termasuk dosa besar. Di antara tujuan anjuran untuk mengawinkan pria dan perempuan yang tidak beristri atau bersuami adalah untuk memelihara moral umat dan bersihnya masyarakat dari tindakan-tidakan asusila. Bila pria atau perempuan belum dapat nikah tidak menjaga dirinya dan memelihara kebersihan masyarakatnya, tentulah tujuan tersebut tidak akan tercapai. Sebagai suatu cara untuk memelihara diri agar jangan jatuh ke jurang maksiat, Nabi Besar memberikan petunjuk dengan sabdanya Hai para pemuda! Siapa di antara kamu sanggup nikah, hendaklah ia nikah karena pernikahan itu lebih menjamin terpeliharanya mata dan terpeliharanya kehormatan. Dan barangsiapa yang tidak sanggup, maka hendaklah berpuasa, karena berpuasa itu mengurangi naluri seksnya. Riwayat shahihain dari Ibnu Mas'ud Di masa dahulu kesempatan melakukan tindakan asusila amat sempit sekali karena masyarakat sangat ketat menjaga kemungkinan terjadinya dan bila diketahui hukuman yang ditimpakan kepada pelakunya amat berat sekali. Oleh sebab itu, perbuatan asusila itu jarang terjadi. Berlainan dengan masa sekarang di mana masyarakat terutama di kota-kota besar tidak begitu mengindahkan masalah ini bahkan di daerah-daerah tertentu dilokalisir sehingga banyak pemuda-pemuda kita yang kurang kuat imannya jatuh terperosok ke dunia hitam itu. Oleh sebab itu dianjurkan kepada pemuda-pemuda bahkan kepada semua pria yang tidak beristri dan perempuan yang tidak bersuami yang patuh dan taat kepada ajaran agamanya, agar benar-benar menjaga kebersihan diri dan moralnya dari perbuatan terkutuk itu, terutama dengan berpuasa sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah dan dengan menyibukkan diri pada pekerjaan dan berbagai macam urusan yang banyak faedahnya atau melakukan berbagai macam hobby yang disenangi seperti olahraga, musik dan sebagainya. Kemudian Allah menyuruh kepada para pemilik hamba sahaya agar memberikan kesempatan kepada budak mereka yang ingin membebaskan dirinya dari perbudakan dengan menebus dirinya dengan harta, bila ternyata budak itu bermaksud baik dan mempunyai sifat jujur dan amanah. Biasanya pembayaran itu dilakukan berangsur-angsur sehingga apabila jumlah pembayaran yang ditentukan sudah lunas maka budak tersebut menjadi merdeka. Ini adalah suatu cara yang disyariatkan Islam untuk melenyapkan perbudakan, sebab pada dasarnya Islam tidak mengakui perbudakan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan bertentangan pula dengan harga diri seseorang yang dalam Islam sangat dihormati, karena semua Bani Adam telah dimuliakan oleh Allah, sebagai tersebut dalam firman-Nya. Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. al-Isra'/17 70 Tetapi karena pada masa Rasulullah itu semua bangsa mempraktikkan perbudakan, maka diakuinya perbudakan itu oleh Nabi Muhammad sebagai hukum darurat dan sementara. Karena musuh-musuh kaum Muslimin bila mereka mengalahkan kaum Muslimin dalam suatu peperangan mereka menganggap tawanan-tawanan yang terdiri dari kaum Muslimin itu dianggap sebagai budak pula. Karena perbudakan itu bertentangan dengan pokok ajaran Islam, maka dimulailah memberantasnya, di antaranya seperti yang tersebut dalam ayat ini. Banyak lagi cara untuk memerdekakan budak itu, seperti kaffarat bersetubuh di bulan puasa atau di waktu ihram, kaffarat membunuh, kaffarat melanggar sumpah dan sebagainya. Di samping seruan kepada pemilik hamba sahaya agar memberikan kesempatan kepada budak mereka untuk memerdekakan dirinya, diserukan pula kepada kaum Muslimin supaya membantu para budak itu dengan harta benda baik berupa zakat atau sedekah agar budak itu dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat memerdekakan dirinya. Sebenarnya adanya perbudakan dan banyaknya budak itu dalam suatu masyarakat membawa kepada merosotnya moral masyarakat itu sendiri, dan membawa kepada terjadinya pelacuran, karena budak merasa dirinya jauh lebih rendah dari orang yang merdeka. Dengan demikian mereka tidak menganggap mempertahankan moral yang tinggi sebagai kewajiban mereka dan dengan mudah mereka menjadi permainan orang-orang merdeka dan menjadi sarana bagi pemuasan hawa nafsu. Selanjutnya sebagai satu cara untuk memberantas kemaksiatan dan memelihara masyarakat agar tetap bersih dari segala macam perbuatan yang bertentangan dengan moral dan susila, Allah melarang para pemilik hamba sahaya perempuan memaksa mereka melakukan perbuatan pelacuran, sedang budak-budak itu sendiri tidak ingin melakukannya dan ingin supaya tetap bersih dan terpelihara dari perbuatan kotor itu. Banyak di antara pemilik budak perempuan yang karena tamak akan harta benda dan kekayaan mereka tidak segan-segan dan merasa tidak malu sedikit pun melacurkan budak-budak itu kepada siapa saja yang mau membayar. Bila terjadi pemaksaan seperti ini sesudah turunnya ayat ini maka berdosa besarlah para pemilik budak itu. Sedang para budak yang dilacurkan itu tidak bersalah karena mereka harus melaksanakan perintah para pemilik mereka. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun mengampuni mereka, karena mereka melakukan perbuatan maksiat itu bukan atas kemauan mereka sendiri, tetapi karena dipaksa oleh pemilik mereka. Diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Daud dari Jabir ra bahwa Abdullah bin Ubay bin Salul mempunyai dua amat hamba sahaya perempuan, yaitu Musaikah dan Umaimah. Lalu dia memaksanya untuk melacur, kemudian mereka mengadukan hal itu kepada Rasulullah, maka turunlah ayat ini Demikian peraturan yang diturunkan Allah untuk keharmonisan dan kebersihan suatu masyarakat, bila dijalankan dengan sebaik-baiknya akan terciptalah masyarakat yang bersih, aman dan bahagia jauh dari hal-hal yang membahayakannya.
hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya termasuk orang yang