Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara masih bertahan di atas awan pada perdagangan, Selasa (29/11/2022),. Harga batu bara kontrak Januari di pasar ICE Newcastle tercatat US$ 373,5 per ton menguat 1,36%. Kenaikan tersebut maka harga pasir hitam sudah menguat dalam sembilan hari perdagangan beruntun. Adapun Pada Senin (30/10/2023), harga batu bara di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 131/ons. Anjlok 3,11% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu sekaligus jadi yang terendah sejak pertengahan Juli. Dalam sebulan terakhir, harga batu bara sudah anjlok 15,21% secara point-to-point. Sepanjang tahun ini, koreksinya mencapai 66,69%. Harga batubara terus meroket dan menjadi salah satu komoditas yang berkinerja baik sepanjang tahun ini. Kamis (24/2) pukul 15.16 WIB, harga batubara ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman Maret 2022 berada di level US$ 250 per ton. Para analis pun menilai harga komoditas energi ini punya prospek yang baik sepanjang tahun 2022. Mengutip Bloomberg, pada Senin (11/1), harga batubara ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman Maret 2021 berada di level US$ 85,3 per ton, dan menyentuh rekor tertinggi sejak Mei 2019. Dari dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batubara acuan (HBA) pada Januari 2021 sebesar US$ 75,84 per ton. Berdasarkan data Refinitiv, sepanjang minggu lalu harga kontrak batubara ICE Newcastle naik lebih dari 6 persen. Di akhir perdagangan pekan lalu, bahkan harga batubara thermal acuan semakin mendekati USD92 per ton. “Kebijakan tersebut yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara di tingkat global. Dampaknya juga terasa ke dalam negeri Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s.

harga batubara ice newcastle