Arif Rahman Hakim 24/01/2020. Pecihitam.org – Abu Sa’id Al-Khudri yang memiliki nama lengkap Abu Sa’id Al-Khudri bin Sa’ad bin Malik bin Sinan bin Ubaid bin Tsa’labah al-Abjar, merupakan sahabat Rasulullah Saw dari kaum Anshar. Beliau adalah seorang yang banyak meriwayatkan hadist-hadist Nabi Saw. Bahkan di antara para sahabat lainnya
Tirmidzi, no. 238 dan Ibnu Majah, no. 276. Abu ‘Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Lafazh takbiratul ihram adalah “ALLOHU AKBAR”, dan dinukil lafazh ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ucapan takbir ini berbeda dengan takbir lainnya karena dianggap sebagai rukun.
Dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh memberikan mudarat tanpa disengaja atau pun disengaja.” (Hadits hasan, HR. Ibnu Majah, no. 2340; Ad-Daraquthni no. 4540, dan selain keduanya dengan sanadnya, serta diriwayatkan pula oleh Malik
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Walid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepadaku [Abdullah bin Abdullah bin Jabar], berkata; aku mendengar [Anas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tanda iman adalah mencintai (kaum) Anshar dan tanda nifaq adalah membenci (kaum) Anshar". [Bukhari]
Diriwayatkan oleh Abdurahman bin Abu Bakar bahwa ayahnya berkata, “Rasulullah saw melarang penjualan emas dengan emas dan perak dengan perak kecuali sama beratnya, dan membolehkan kita menjual emas dengan perak dan begitu juga sebaliknya sesuai keinginan kita.” (HR Bukhari no. 2034, kitab al-Buyu) Diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudri bahwa
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s.
hadits dari abu sa id al khudri