Menurut Mahmud Thahhan, ditinjau dari segi kuantitas (jumlah) perawi / sanadnya, maka Hadits terbagi menjadi 2 macam: Hadis Mutawatir dan Hadis Ahad. Hadis Mutawatir ialah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah orang banyak yang menurut kebiasaan mustahil sepakat dalam kebohongan mulai dari awal sanad hingga akhir sanad. Hudzaifah kemudian berucap, “semoga Allah mengampuni kalian, sungguh ayahku ini adalah sebaik-baik penyayang.” Kemudian, dengan pedang terhunus, Hudzaifah bin Al Yaman maju menuju medan perang yang sedang berkecamuk untuk menumpas kaum musyrikin. Berita ketabahan dan ke-heroik-an Hudzaifah ini akhirnya sampai ke telinga Rasulullah SAW. Dari hudzaifah bin yaman ia berkata : telah bersabda rasululloh saw: janganlah kamu minum di bijana emas dan perak ; dan janganlah kamu makan pada piring keduanya, karena (bijana-bijana) itu untuk mereka ) didunya, Dan untuk kamu di akhirat". Muttafaq' alaih. Berikut ini adalah keterangan hadits tentang BIJANA-BIJANA menurut Hudzaifah bin yaman Hadits Hudzaifah Radhiyallahu Ta'ala 'Anhu Oleh : Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali terjemahan Nash Hadits. "Artinya : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Ta'ala Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. (shahih Muslim: 168 – (105)). 50 Hadits Pilihan 27 Perawi Hadits Hudzaifah bin Yaman bin Husail Al Absi. Termasuk sahabat yang pemberani. Ia berperan besar dalam penaklukan negeri-negeri Islam. Ia menjadi pemegang rahasia (intelegen) Rasulullah . Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu.

hadits hudzaifah bin yaman