Padahaldalam sebuah hadits dikisahkan, bahwa suatu hari seorang sahabat menayakan kepada Rasulullah SAW tentang perbuatan yang dapat menjamin imbalan surga. Rasul pun men-jawab, "Janganlah marah, niscaya bagimu surga". Bukankah hadits seperti ini penting sekali, untuk menjelaskan etika sosial dalam konteks keagamaan. Salahsatu ayat yang sering kali kita dengar adalah "janganlah kamu marah maka bagimu surga" (QS Ali-Imran: 134). Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya mengendalikan amarah kita sebagai seorang muslim. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa mengendalikan amarah itu penting dan bagaimana cara melakukannya. Janganlah engkau marah, maka bagimu surga." (HR. Thabrani) Pesan Rasulullah yang sudah sering kita dengar bahkan lewat mulut anak anak kita. Ringan dihapal, mudah dilafalkan namun berat dalam prakteknya. Bagi seorang ibu adalah ujian berat untuk tidak marah pada anak di masa Home Learning. Rumah jadi sekolah dadakan. Ibu jadi guru "serabutan". AlQur'an Surat Al-Anfal: 60, Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan DariUrwah As-Sa'di, Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad dan Abu Daud). Sumber : Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu.

hadits janganlah kamu marah niscaya bagimu surga